Brilio.net - Saat ini, tren fashion sudah sangat berkembang, terutama modest wear atau busana muslim. Kalau dahulu, busana muslim dianggap sebagai outfit yang biasa saja dan tidak menarik. Namun berkembangnya zaman, sudah banyak desainer dan brand fashion yang meluncurkan koleksi busana muslim terbaik mereka. Sehingga masyarakat yang berhijab bisa tampil stylish.

Salah satunya adalah Hijup yang merupakan ecommerce busana muslim pertama di dunia. Saat ini, ecommerce tersebut sudah genap 10 tahun. Founder and Chief Executive Officer Hijup, Diajeng Lestari mengatakan sejak awal pihaknya mengambil konsep simbiosis mutualisme. Di mana kolaborasi dengan para brand fashion lokal terutama fashion muslim akan lebih menguntungkan.

"Dari awal, Hijup memang memiliki tujuan membuat brand lokal diminati di negeri sendiri hingga dunia," ujar Diajeng dalam acara Hijup Growth Fund, baru-baru ini.

Melalui strateginya itu, bisnisnya yang semula hanya memiliki kantor 3x3 meter, kini sudah dapat menaungin kurang lebih 300 brand fashion lokal. Hingga menjadi kiblat fashion muslim di Asia Tenggara.

Loading...

Bisa besar seperti sekarang ini tentu bukan hal yang mudah, ia juga pernah melewati masa-masa sulit. "Seperti 1,5 tahun kebelakang ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang tentu membuat bisnis kita terhambat dan mencari cara bagaimana untuk beradaptasi," tuturnya.

Namun, Diajeng mengatakan dibalik kejadian buruk pasti ada hikmah yang baik. Misalnya saja digitalisasi yang membuat orang beralih menjadi online bahkan menghemat cost.

"Titik terendah itu pasti saat awal pandemi, bagaimana kita harus beradaptasi. Namun banyak hikmah di balik itu. Pastinya peran media sosial saat ini penting banget yah," tuturnya.

Kini menginjak usia 10 tahun, pihaknya meluncurkan program Hijup Growth Fund untuk para pelaku usaha lokal. Program tersebut untuk memberikan pembiayaan hingga maksimal sebesar Rp 100 miliar yang ditujukan kepada para pelaku usaha di industri fashion muslim lokal di Indonesia.

Selain pendanaan, pihaknya juga akan memberikan pendampingan kepada brand lokal untuk dapat memaksimalkan potensi dan produktivitasnya.

Diajeng menjelaskan, bagi pelaku usaha yang berminat mengikuti program Hijup Growth Fund mereka harus menjadi tenant dan menjual produknya di situs Hijup.

Program Hijup © 2021 brilio.net

"Brand tersebut kemudian akan melewati beberapa tahapan sebelum mendapatkan pendanaan. Misalnya mulai dari tahap pengajuan, verifikasi, persetujuan, pencairan hingga tahap kesepakatan pengembalian dana," paparnya.

Program Hijup Growth Fund menawarkan beberapa skema pendanaan. Pertama, skema “Special Collection” yang diperuntukkan bagi brand yang berminat menciptakan koleksi produk yang akan dikolaborasikan dengan Hijup dengan nominal pendanaan up to Rp 5 miliar.

Kedua, skema “Modal Kerja” dengan nominal up to Rp 2 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Terakhir, skema “Investasi Corporate” dengan konsep Hijup akan menjadi salah satu pemegang saham brand tersebut dengan nominal pendanaan up to Rp 20 miliar.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, mengatakan Hijup diharapakan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menjadi perusahaan Indonesia yang mendunia.

"Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, pelaku usaha fashion lokal harus menjadi tuanrumah di negeri sendiri. Kami yakin kualitas produk lokal sudah sangat baik dan kompetitif hingga ke pasarglobal. Melalui inisiatif seperti yang dilakukan program Hijup Growth Fund ini kualitas tersebut akan didukung dengan produktivitas, sehingga skala bisnis dan kesejahteraan pelaku usaha juga terusmeningkat,” tutup Sandiaga.

Related News