Brilio.net - Pencemaran lingkungan belakangan ini menjadi isu hangat yang kerap diperbincangkan. Banyaknya produk yang mengandung bahan plastik berpotensi merusak elemen-elemen lingkungan hidup menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini jugalah yang menginspirasi wanita muda asal Yogyakarta, Galuh Sekartaji untuk membuat produk-produk perawatan kulit alami yang ramah lingkungan.

Berawal dari kebutuhan pribadi akan produk alami, wanita lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini kemudian mengembangkan bisnisnya. Galuh awalnya membuat minyak cem-ceman, minyak serbaguna yang menjadi salah satu warisan neneknya. Minyak ini diracik dari resep turun temurun, dengan memanfaatkan berbagai rempah-rempah yang ditanamnya di sekeliling rumah.

"Awalnya dari kebutuhan sendiri. Dulu, nyari cem-ceman hijau kayak gini susah banget. Kemudian, pas ibu saya pensiun, ternyata dia mulai alergi dengan bahan-bahan kimia dalam sabun, akhirnya saya yang memang suka meracik terinspirasi untuk membuat sabun natural," ungkap Galuh saat ditemui brilio.net, Jumat (1/3).

sabun minyak jelantah © 2019 berbagai sumber

foto: Berbagai produk yang dihasilkan oleh Galuh Sekartaji/brilio.net

Tak disangka, minyak cem-ceman tersebut kini digemari oleh banyak orang. Selain karena wangi rempah-rempahnya yang otentik, juga khasiatnya untuk perawatan tubuh. Tak hanya minyak cem-ceman, Galuh pun mulai mengembangkan kemampuannya untuk memproduksi produk-produk perawatan kulit lainnya. Mulai dari sabun, air sari mawar, hingga lipbalm dan minyak telon. Seluruh produk ini dibuatnya dari rempah-rempah dan berbagai tanaman yang sering kita jumpai sehari-hari.

Awalnya, Galuh belajar membuat produk-produk tersebut dari sebuah workshop yang diikutinya. Dirinya kemudian mengembangkan sendiri bahan-bahan dan varian produk yang dipasarkannya. Produk tersebut dijualnya dengan harga yang bervariasi mulai Rp 12.000 sampai Rp 30.000. Sementara itu, produk sabun alami miliknya telah dipasarkan hingga berbagai pulau di Indonesia.

sabun minyak jelantah © 2019 berbagai sumber

foto: Varian sabun berbahan dasar rempah-rempah dan tanaman keluarga/brilio.net

"Pemasarannya dilakukan secara online, lewat Instagram, tapi ada juga yang dititipkan di toko ritel. Dari proses produksi, sampai pengemasan dilakukan oleh saya sendiri. Desain kemasan juga saya buat sendiri," terang Galuh.

sabun minyak jelantah © 2019 berbagai sumber

foto: Bentuk sabun beraneka macam bisa dipesan sesuai selera pelanggan/brilio.net

Selain produk-produk tersebut, Galuh juga memiliki sebuah terobosan untuk memanfaatkan limbah rumah tangga, berupa minyak jelantah untuk dijadikan sabun cuci. Selama ini, daur ulang minyak jelantah memang masih jarang dilakukan. Tetapi, dengan keahlian Galuh membuat sabun, dirinya berinisiatif untuk mendaur ulang minyak jelantah dan dijadikan sabun untuk mencuci.

sabun minyak jelantah © 2019 berbagai sumber

foto: Pengolahan minyak jelantah hingga siap dijadikan sabun cuci/brilio.net

Galuh juga beberapa kali mengisi workshop untuk ibu-ibu rumah tangga perihal memanfaatkan minyak jelantah sebagai sabun cuci. Minyak jelantah sebelumnya harus melalui proses pemasakan dengan menambahkan bahan-bahan alami sebagai pengharum dan penghilang racun. Misalnya daun jeruk, serai, arang, dan bunga kenanga.

Setelah itu, sabun baru bisa diproses dengan menambahkan soda api dan minyak alami lainnya. Setelah didinginkan minimal satu sampai dua hari, sabun minyak jelantah tersebut dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian.

"Sabun minyak jelantah ini memang khusus untuk produk workshop saya, beberapa ibu yang ikut workshop ada yang berhasil memproduksi sabun minyak jelantah ini," tutur Galuh.

Bagi Galuh Sekartaji, alam merupakan bagian dari dirinya yang harus tetap dilestarikan. Oleh karena itu, dirinya memilih untuk kembali ke alam, dengan produk-produk alami yang dibuatnya. Selain hal tersebut dapat membantu menjaga kecantikan atau untuk perawatan tubuh, menggunakan produk alami menurutnya juga membantu menjaga kelestarian alam, terutama untuk mengurangi pencemaran air dan tanah oleh bahan kimia dari sabun.

Selengkapnya: