Brilio.net - Sebagai salah satu maskapai yang selalu ingin mewujudkan mimpi-mimpi generasi muda Indonesia, Air Asia selalu melucurkan inovasi program terbarunya untuk menghasilkan talenta baru dari anak Indonesia yang memiliki mimpi.

Tahun ini, AirAsia menggelar kembali acara AirAsia Runway Ready Designer Search, pencarian desainer muda Indonesia. Acara yang sudah digelar ketiga kalinya ini juga kembali diadakan di Jakarta.

Head of Marketing AirAsia Indonesia Yohannes Heraldo mengatakan ajang ini digelar sebagai komitmen dari AirAsia untuk mewujudkan mimpi para desainer muda berbakat negeri ini untuk berkompetisi di ajang internasional menjadi nyata.

"Talenta lokal yang kita saksikan haru ini sangat luar biasa. Kami sangat terkesan dengan bagaimana para desainer muda ini secara kreatif mengikutsertakan unsur-unsur budaya lokal ke dalam nuansa ASEAN," jelasnya kepada media saat konferensi pers pengumuman pemenang AirAsia Runway Ready Designer Search di Jakarta, Sabtu (3/6).

Hari ini merupakan pengumuman pemenang, dari 36 besar dikalkulasi menjadi 11 peserta, dan dipilih lagi dua peserta terbaik yang akan lanjut ke ajang runway internasional, Kuala Lumpur Fashion Week Ready To Wear. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Yohannes mengatakan acara ini digelar di beberapa negara yang merupakan rute penerbangan AirAsia.

"Tahun ini ada 10 negara ASEAN yang mengikuti kegiatan ini," tambahnya.

Setelah melakukan penilaian, dua finalis yang terpilih mewakili Indonesia adalah Jeanne Indriani (20 tahun) dan Shella Merina (20 tahun), di mana mereka berkesempatan memamerkan karyanya di Grand Finale yang akan berlangsung di Kuala Lumpur pada bulan Agustus 2017.

"Seneng banget. Bukan pertama kalinya sih ikut lomba-lomba fashion gini, tapi kalau ajang internasional ini yang pertama kalinya. Dan nggak nyangka bakal menang," kata Shella.

Sementara itu, persaingan cukup ketat pun dirasakan oleh para juri audisi, salah satunya adalah perancang busana terkemuka Indonesia Mel Ahyar yang mengaku rasa bangganya pada kreativitas desain anak muda Indonesia saat ini.

"Dari 36 peserta, semuanya sangat potential dalam mendesain. It was tough, lumayan ketat banget untuk memutuskan siapa yang berangkat karena hasil karyanya bagus-bagus dan tahun ini saya melihat jika hasil karya mereka sangat berpotensi," ujar desainer kondang, Mel Ahyar.

Ia juga menambahkan, bahwa penilaian juri bukan hanya dilihat dari uniknya desain dari para peserta, tapi karya itu bisa dijual.

"Kita mau mereka berkarya tapi bisa dinikmati oleh banyak orang. Nggak mungkin dong, setelah dipamerin di runway karyanya disimpen gitu aja. Kita juga cari yang berpotensi menjual," tukasnya.

Related News