Brilio.net - Ajang tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang menampilkan produk-produk UMKM binaan Bank Indonesia (BI) resmi dibuka hari ini, Rabu (7/10/2020). Pameran yang digelar secara virtual dan akan berakhir hingga 9 Oktober 2020 ini merupakan Seri 2 dari tiga seri yang direncanakan. Seri 1 sudah digelar pada 28-30 Agustus 2020. Sementara Seri 3 yang mengusung tema Sinergi UMKM untuk Sahabat Milenial akan diselenggarakan November mendatang.

Seluruh produk UMKM yang ditampilkan dalam pameran ini sudah melalui proses kurasi yang dilakukan Dewan Kerajinan Nasional. Pameran tahunan Seri 2 yang mengusung tema Sinergi untuk UMKM Digital ini dilaksanakan untuk mendorong UMKM lebih digital agar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pameran KKI © 2020 brilio.net

"Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk masuk pasar yang lebih luas dengan platform digital. Hal ini menjadi bagian pembinaan kami yang secara end-to-end, mulai dari produksi, kurasi, pemasaran, hingga permodalan,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara pembukaan secara virtual yang juga dihadiri Ketua Umum Dekranas Hj Wury Ma'ruf Amin, Rabu (7/10/2020).

Loading...

Pada acara pembukaan KKI Seri 2 ditampilkan pagelaran karya kreatif bertajuk Modern Society and Divinity Essence. Pagelaran ini menghadirkan karya dua desainer ternama Indonesia, Eddy Betty dan Itang Yunasz. Kedua desainer ini mengangkat produk UMKM binaan BI.

Kedua desainer menampilkan sejumlah karya busana ready to wear dengan menghadirkan wastra, karya seni yang mengisahkan perjalanan sejarah budaya Indonesia.

1. Eddy Betty, pesona batik Tasikmalaya

Pameran KKI © 2020 brilio.net

Memiliki pengalaman di dunia fesyen lebih dari 24 tahun, Eddy memilih batik Tasikmalaya dalam rancangannya kali ini. Desainer yang pernah mendapatkan penghargaan Fashion Icon Awards 2018 sebagai desainer yang mempopulerkan Kebaya Bustier ini menampilkan produk batik Karuhun Sukapura, Agnesa Batik, Rizqi Batik yang merupakan binaan Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya.

Ciri khas batik Sukapura terletak pada warna. Dominan merah marun, biru, navy atau dongker, hitam dan putih. Batik Tasikmalaya pun tampil elegan dalam rancangan Eddy.

Dalam setiap rancangan, Eddy tetap fokus pada struktur tubuh. Artinya, ia melihat proporsional tubuh model (si pemakai) setelah itu berbagai kreasi desain disesuaikan. Menurutnya wastra kali ini bervariatif. Hal ini pun membuat Eddy lebih leluasa melakukan mix and match.

“Kali ini kreasinya itu ditabrak (padupadan) dengan wastra itu sendiri dengan motif yang lain. Tujuannya agar terlihat lebih modern dan avant garde. Lalu ditambahkan berbagai aplikasi yang membuat kreasi itu lebih modern dan muda,” terang Eddy.

2. Itang Yunasz, kain Besurek tampil lebih menawan

Pameran KKI © 2020 brilio.net

Berpengalaman selama lebih dari 39 tahun di dunia feysen, Itang Yunasz mengetengahkan batik Besurek produksi Oase Gallery, binaan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu dalam rancangannya. Di tangan Itang, batik Basurek tampil kian menawan. Batik Besurek merupakan kain khas Provinsi Bengkulu.

Mulanya penggunaan batik Besurek hanya terbatas untuk upacara-upacara adat. Namun seiring perkembangan zaman, kain Besurek kini digunakan untuk berbagai keperluan dan keseharian.

Dalam rancangannya, Itang selalu ingin memberikan nuansa sentuhan Indonesia dari setiap karyanya. Tak heran banyak karya Itang yang berbasis kain tenun atau songket. Inilah salah satu ciri khas Itang Yunasz.

“Saya sedang membuat sesuatu yang over size dengan menggunakan banyak kain, inilah yang saya angkat dari batik Besurek supaya tulisan-tulisan (motif) ini tidak terpecah belah. Tidak terpotong-potong sehingga menampakkan satu hati, kiasan dalam kain tersebut,” papar Itang.

Related News